1. Masukin nama merek + kelas
Ketik nama brand lo (mis. 'Kopi Tuku'), pilih kelas Nice yang relevan (atau biarin AI auto-detect dari deskripsi bisnis lo).
Daftar merek di DJKI itu Rp 1.8jt+ per kelas dan prosesnya 1.5 tahun. Kalau ditolak — duit & waktu lo hangus. AI scanner ini cek dulu di database DJKI, kasih tau merek lo aman atau bentrok, di kelas mana harus didaftar.
Belum ada commitment — kita notify pas live.
Cek dulu sebelum buang Rp 2jt + nunggu 1.5 tahun cuma buat dapet surat penolakan.
Ketik nama brand lo (mis. 'Kopi Tuku'), pilih kelas Nice yang relevan (atau biarin AI auto-detect dari deskripsi bisnis lo).
Kita query Pangkalan Data Kekayaan Intelektual DJKI buat cari merek terdaftar/dalam proses yang mirip — fonetik, visual, atau makna.
Bukan cuma exact match. AI bandingin similarity (Levenshtein + semantic), kelas yang overlap, dan kemungkinan ditolak DJKI.
Verdict: AMAN / RISIKO / BENTROK. Plus saran kelas tambahan yang harus dilindungi, daftar merek mirip, dan estimasi biaya pendaftaran.
Cek bentrok di semua 45 kelas barang/jasa sekaligus. AI rekomendasiin kelas mana yang paling penting buat bisnis lo.
Bukan cuma 'sama persis'. 'Tuku' vs 'Toekoe' vs 'Tukku' — semua kebaca. AI juga ngerti makna (mis. 'Kopi Hitam' vs 'Black Coffee').
Hasil scan jadi laporan rapi yang bisa lo share ke co-founder, investor, atau lawyer pendaftaran merek.
Kalau merek aman, lo bisa langsung lanjut daftarin lewat lawyer Dampingin. Mulai Rp 1.8jt per kelas (PNBP + jasa).
Mockup — UI final bisa berubah pas launch.
Nama "Kopi Tuku" udah terdaftar di kelas 30 & 43 (UD Kopi Tuku Indonesia). Kalau lo daftar kemungkinan ditolak. Saran: pertimbangin variasi nama (mis. tambah element distinctive), atau konsul lawyer HAKI buat strategi co-existence.
3 pola yang paling sering kita liat di klien Dampingin.
Daftar nama 'Kopi Senja' di kelas 30 & 43 — ditolak DJKI karena udah ada 'Senja Coffee' yang terdaftar duluan. Loss: Rp 3.6jt + 14 bulan + harus rebrand semua packaging & sosmed.
Brand udah dipake 2 tahun, traction bagus. Pas due diligence investor minta bukti merek terdaftar — ternyata nama mereka conflict sama tech company lain di kelas 9 & 42.
Mau masuk Singapura & Malaysia, ternyata di Indonesia aja merek-nya udah bentrok di kelas 25. Akhirnya rebrand + bikin ulang katalog + reset social media following.
Tiap minggu DJKI publish ratusan permohonan merek baru. Kalau ada yang mirip sama brand lo dan lo nggak ngajuin oposisi dalam 2 bulan masa publikasi — game over, mereka bisa ke-grant dan jadi competitor sah.
"TUKKU KOPI" baru dipublish DJKI di kelas 30 — similarity 81% sama brand lo.
Branding agency lagi pitch 50 nama buat 1 klien? IP consultant lagi screen portfolio brand client baru? Upload CSV — tools jalanin parallel scan, kasih lo verdict per nama dalam menit, bukan jam.
Indikatif — final pricing diumumin pas launch. Yang join waitlist dapet diskon early bird.
Buat founder yang lagi validasi nama brand.
Buat startup serius yang siap daftar merek.
Buat law firm, IP consultant, branding agency.
AI confidence-nya tinggi tapi BUKAN substitusi pemeriksaan formal DJKI. Final approval tetap di tangan pemeriksa DJKI. Tools ini buat ngurangin risiko ditolak (yang biaya & waktunya mahal).
Cek manual cuma exact match per query. Tools ini scan ratusan variasi (fonetik, kelas terkait, semantic) dalam 1 klik + AI nge-rate risiko-nya.
Cek dasar (1 nama, 1 kelas) bakal gratis. Multi-kelas + laporan PDF + monitoring berkala kemungkinan jadi paid tier. Final pricing diumumin pas launch.
Target Q3 2026. Yang masuk waitlist dapet early access + diskon pendaftaran merek pertama.
Join waitlist — early access + diskon 20% pendaftaran merek pertama.